senin 27 september 2010
awal kisah ini di mulai, di mulai disaat massa-massa awal memasuki bangku kuliah, ku bertemu seseorang dan ku langsung jatuh hati padanya,
ia sangat lugu, polos, dan juga lucu,
setiap ku memandang wajahnya entah mengapa hati ini sejuk rasanya.
kuberanikan diri tuk bertanya siapa namanya, tanpa sengaja akhirnya kita semakin dekat dalam suatu acara yang memang membuat kita smakin akrab,
aku dibuat luluh padanya, bagaiman tidak hanya seminggu ku mengenalnya aku langsung beranikan diri mengutarakan isi hatiku padanya, sungguh diluar dugaan respon dia sangat memberikanku harapan
setiap hari hanya dia yang ada dibenakku, hanya dia yang selalu menemani mimpi-mimpiku,
sekian lama waktu berjalan, aku semakin dekat dengannya hubungan kita bukan hanya sebatas seorang kekasih namun juga sebagai seorang keluarga,
aku sungguh sayang dia tak ingin pergi jauh apalagi berniat meninggalkannya.
meski pertengkaran kecil sering menyelimuti hubungan ini namun aku tak akan mengambil keputusan yang salah
aku ingat sekali ia menangis ketika aku ingin mengakhiri hubungan ini, sungguh aku tak kuasa menjalani ini semua bagaimana tidak, aku sayang sekali dia, tapi ternyata aku ia jadikan yang ketiga,
aku tk dapat berbuat apa-apa ketika ia terus merngek dan memintaku jangan pergi meninggalkannya,
aku sungguh dalam posisi yang sangat membingungkan, di satu sisi aku amat menyayangi dia, tak mau meninggalkannya, tapi di satu sisi lain aku merasa ingin keadilan tak mau cinta dan sayangku terbagikan, akhirnya aku mengalah dan tetap hidup bersamanya
20 november 2010 menjadi titik awal hubungan kita ia memberikan status dan kepastian bahwa kita akan tetap bersam, bersama sampai tua, sampai waktu yang akn memisahkan kita,
aku ingat sekali massa - massa indah itu,
ia selalu meberi kejutan untukku, memberi sesuatu yang biasa namun sangat berkesan bagiku,
aku ingat sekali ketika aku menangis dan ingin mengakhiri hubungan ini ia mengajakku jalan dengan diiringi derasnya air hujan, tak peduli ia kebasahan tak peduli ia kedinginan aslkan aku bisa tersenyum dan yakin bahwa ia sangat menyayangiku, aku menangis terharu ia mengatakan itu aku semakin yakin dan tak akan meninggalkan dia apapun resikonya
keluarga dia merupakan bagian keluargaku juga, aku bukan hanya menyayangi di namun semua bagian keluarga dia pun turut aku kasihi
aku ingin sekali selamanya hidup besama dia, namun aku sadar kodratlah yang menentukan
tak disangka setelah hampir berjalan 4 bulan sikapnya kini berubah, ia acuh dan seakan tak peduli lagi terhadapku. . sakit hati in mendengar bahwa ia telah memiliki yang lain
apa salahu? apa dosaku? disaat ia sakit, disaat ia sendiri aku mencoba ada untuknya
tidak ada sesuatu yang paling berharga yang aku paunya kecuali dia, dan tidak ada pula orang yang dapat mengerti dan membutku tersenyum bahagia kecuali dia, sungguh aku sangat menyayanginya tuhan. . meski pun rintangan datang mengahadang. .
hingga akhirnya semua memeuncak tepat di tanggal 14 februari 2011 disaat orang lain merayakan hari kasih sayang dengan orang-orang yang dikasihinya, aku malah tengah mengenag kekecewaan yang mendalam ksakitan dan keputusan yang diluar dugaan, aku resmi berpisah darinya meski aku sakit dan tengah mencoba meminta ia menarik keputusannya namun itu sia-sia saja.
sakit hati ini masih aku terasa sampai saat ini seseorang yang aku sayangi, seseorang yang aku kasihi mengapa ia malah tega menyakiti
ku mencoba bangkit dari keterpurukan, mencoba bertahan dalam kesakitan dan tegar dalam setiap menghadapi cobaan,
satu do'aku dan pintaku pada tuhan, semoga ia kelak menjadi orang yang sukses, orang yang dapat dibanggakan dan dapat menjadi panutan bagi orang lain,
dan kelak aku dapat menemukan penggantinya yang halal dan diridhoi oleh ALLAH SWT amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar