pagi ini. . .
kutatap kembali suasana dibalik pintu kaca yang berdiri tegap didepan jalan utama,
ku sejenak terdiam, melihat segala aktifitas yang terjadi dibalik pintu kaca. . .
lalu lalang kendaraan menambah hiruk pikuk ramainya jalan raya. . .
dan aktifitas manusia menambah berwarnanya pemandangan dibalik pintu kaca. . .
ku kembali terdiam sejenak. .
ketika ku alihkan pandangan pada sorang pria, yang memakai busana sederhana dan menjingjing belasan topi ditangannya. .
pria itu berjalan tepat dibalik pintu kaca, sambil sesekali ia membaca tulisan yang menghiasi ornamen yang terpampang di depan pintu kaca,
kemudian. . .
pria itu duduk tepat didepan pintu kaca, ia meletakan topi yang ia bawa dan menaruh topi itu disampingnya,ia lalu membuka pula topi yang melindungi kepalanya, dan menggibaskannya tepat ke arah wajahnya. . .
terlihat jelas raut lelah di wajahnya. . .
namun pancaran semangat hidupnya sangat terasa dari sinar matanya. .. .
didalam benaknya ia mungkin hanya memikirkan satu hal,,
bukan bagaimana nanti siang ia bisa makan,
bukan bagaimana nanti ketika dijalan ia kehujanan,
bukan bagaimana nanti jika ia kelelahan,
tapi yang ia pikirkan hanyalah bagaimana jika ia pulang kerumah dan ia tidak bisa memberikan sedikit harapan untuk melangsungkan kehidupan bagi anak dan istrinya. . .
mungkin hanya itulah yang ia fikirkan sepanjang prjalanannya. . . .
aku kembali berfikir sejenak. . ..
bagaimana jika aku kelak tua nanti??
apakah kisahku akan sama seperti pria penjual topi itu. . .
apakah aku bisa berjalan ber kilo-kilo kilometer. .
berpanas-panasan berjam-jam. . ..
demi untuk mendapat sekeping rupiah. . . .???
aku harus bangkit. . .
aku harus memanfaatkan masa remajaku dengan sesuatu hal yang positif. . .
berharap suatu saat nanti aku tak seperti pria penjual topi itu. . .
walaupn memang manusia hanya bisa berharap dan berusaha tapi tuhan lah yang menentukan semuanya. . .
tapi semua belum terlambat. .
kehidupanku baru saja dimulai tepat dipagi ini. . . .
dalam gulatan lamunanku aku tersadar. .. .
ketika pria penjual topi itu kembali berjaln untuk melanjutkan roda kehidupannya.
sepenggal kisah dibalik pintu kaca, , ,
yang membuat aku tesadar arti pentingnya belajar dari sebuah kehidupan. . . .